Kamis, 03 Juni 2010

Menjelang World Cup

Jerman paling was-was menghadapi total football Belanda, untuk mengalahkan Belanda Jerman biasanya mengkombinasi dengan negative football gaya Italia. Kegagalan Belanda di Piala Eropa, yang dipecundangi oleh Rusia yang ditangani Gus Hidink harus menjadi pelajaran berharga bagi Belanda. Gus Hidink berhasil meredam Belanda dengan gaya bertahannya dan total football Belanda kehilangan tenaga dan kehilangan arah.

Di World Cup Afrika, Belanda dapat mengandalkan Roben, Persie, Snejder, Kyut untuk menyerang dan bertahan ke tengah, apabila menghadapi pertahanan yang ketat 2 diantara 6 pemain dapat bergantian ikut menyerang dan saling mengisi, maka Belanda akan cukup merepotkan lawan. Namun apabila penyerangan hanya mengandalkan 1 atau 2 pemain saja, maka kekalahan akan didapatkan seperti Bayern Munchen yang permainannya terpusat pada Roben.

Untuk Spanyol yang permainan individunya sudah komplit siap mengalahkan lawan siapa saja. Ketika lawan mengawal ketat Torres, maka Farbegas, David Villa, Hernandes bahkan Fuyol dapat menjadi bencana. Hanya mereka harus terus bergerak bertukar posisi sehingga susah dibaca. Kemenangan Spanyol sudah menanti, kepandaian Pelatih dalam merubah-rubah strategi dan memberi motivasi sangat menentukan.

Kemenangan Brazil saat ini akan sangat ditentukan oleh penempatan pemain oleh Pelatih. Motivasi yang diberikan Pelatih agar para pemain dapat bekerja sama sangat menentukan. Apabila kerja sama pemain ini baik bukan tidak mungkin Piala Dunia akan diboyong lagi oleh Brazil.

Jerman dan Itali terkenal dengan kerja sama antar pemainnya, permainan mereka akan sangat membosankan namun mereka bisa juara.

Kerja sama Argentina sangat buruk, diperlukan 3 pemain diluar Messi yang sudah pasti akan dimatikan lawan,    untuk memasukan bola ke gawang lawan. Messi dapat terus bergerak berpindah posisi dan apabila lepas dari penjagaan bisa langsung sendirian memasukan bola. Dan apabila Messi terus dijaga dia harus menjadi play maker dengan umpan-unpannya yang akurat. Di belakang, Maradona harus memotivasi timnya untuk dapat berkerja sama, sebaiknya dia tidak menggunakan striker tapi semua pemain tengah dapat digunakan untuk menyerang dan tidak mengandalkan permainan individu.

Bagi PSSI sebaiknya concern mengganti seluruh pengurusnya, dan melakukan pembinaan pemain usia dini. Bagi pemain yang sudah ada serahkan saja kepada pelatihnya dan sebaiknya menggunakan pelatih lokal. Pemain yang sudah ada toh 5 dan maksimum 10 tahun lagi pensiun, jadi bina yang diusia 7 s/d 13 tahun begitu mereka ada diusia 15 mereka sudah mahir.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar