Sabtu, 23 April 2011

Wiel Coerver has pass away

Bersamaan dengan perayaan Paskah, pada 22 April 2011, Wiel Coerver sang pencipta Coerver Methode telah berpulang kepada Penciptanya. Sang Pemikir Bola sampai dengan akhir hayatnya tetah mencipta metode-metode untuk dapat bermain bola, telah tiada.

Selasa, 09 November 2010

Wiel Coerver Masuk Panti Jompo

Inilah kabar terakhir Wiel Coerver (87 th) bersama istri tercinta dimasukan Panti Jompo oleh anak tunggalnya. Mudah-mudahan ini jalan terbaik baginya. Wiel Coerver Sang Pemikir bola. Bayangkan para penghuni Panti Jompo akan mendengarkan sepak bola dari Coerver setiap menit setiap jam dan setiap hari, can u imagine. 

Apabila ada yang cerdas harus datang menemuinya, mendengarkan, dan menulis apa yang diceritakan Coerver. Banyak metode-metode latihan yang diciptakan Coerver belum sempat ditulis dan dibuat videonya.

Senin, 20 September 2010

Wiel Coerver sang pemikir bola




Wiel Coerver ketika tiba di Bandara Soekarno - Hatta disambut oleh team sepak bola Madania. Dia tampak gembira melihat anak-anak. Kedatangan Wiel Coerver ke Jakarta - Indonesia atas undangan Noer Budiarto parent dari Aji yang sangat peduli atas perkembangan sepak bola usia dini.




Berkat jasa Om Noer begitu Noer Budiarto biasa disapa anak-anak bola Madania, maka banyak tokoh-tokoh bola Indonesia tersentil telinganya, sebut saja Anjas Asmara yang bagkit dari tidur panjangnya untuk membina anak-anak usia dini bermain bola dengan benar.




Wiel Coerver datang ke Jakarta memberikan Coerver Method's yang sangat mudah dan efektif untuk melatih anak-anak sejak usia 7 tahun hingga 17 tahun. DVD Coerver terakhir dibuat di Mesir terdiri dari 4 DVD.

Rencananya Wiel Coerver akan membuat DVD terakhir di Indonesia, namun sayang hanya Om Noer sendiri yang peduli, tidak ada seorang pelatih bola dan tokoh bola di Indonesia yang peduli. Sayang.
Setiap saat, saya ulangi lagi setiap saat yang dipikirkan Wiel Coerver adalah memikirkan pola-pola baru dalam latihan. Selama sebulan di Jakarta Coerver telah membuat 1.000 tehnik latihan, tidak ada yang dibicarakan Coerver kecuali bola.

Minggu, 19 September 2010

Wiel Coerver di Bandung

Wiel Coerver di tengah kerumunan anak-anak SSB di Stadion Siliwangi Bandung



Wiel Coerver di Bandung : Anak-anak merupakan tambahan oksigen bagi paru-paru Wiel Coerver, dia sangat mencintai anak-anak, bersama anak-anak di lapangan bola merupakan kebahagian baginya


Wiel Coerver memberikan petunjuk kepada pelatih-pelatih usia dini di Bandung

Wiel Coerver dan mantan muridnya

Wiel Coerver menjelaskan kepada mantan muridnya yaitu Roni Paslah dan Anjasasmara, dia lupa mengajarkan memasukan dan menangkap bola kepada mereka sehingga kita dapat dikalahkan dalam final Pra Olimpiade. Namun menurut Johanes Auri dilain waktu bahwa itu bukan kesalahan Wiel Coerver tetapi ada beberapa pemain kita yang disuap.

Wiel Coerver ditengah anak-anak bola

Wiel Coerver dikelilingi oleh anak-anak bola Indonesia, asistennya menerangkan kepada anak-anak bahwa untuk menjadi pemain bola yang handal kalian harus dapat melewati lawan-lawan anda secepat mungkin, bukan hanya satu lawan tetapi 3 sampai 5 lawan dilewati dengan cepat, latih terus agar semakin cepat dan cepat lagi serta semakin banyak lagi lawan dilewati untuk mencapai gawang lawan secepatnya dan mencetak goal. 

Wiel Coerver memberi pencerahan kepada Junaedi Abdilah

Wiel Coerver sedang mencerahkan mantan muridnya agar mau mendidik anak-anak usia dini bermain bola dengan Coerver Methods. Apabila anda mendidik anak-anak sekarang maka 5 tahun lagi anda akan memiliki bintang-bintang bola berharga 1 juta dolar. Bayangkan